serologic observation and risk factor of yaws in Hamadi Public Health center, Jayapura

8 years ago
•
25 Jul 2018
•
Atur Tampilan

Instansi

1. Institute of Research and Development for Biomedicine Papua, National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health, Jakarta, Indonesia; 2. Research and Development Center for Health Resourse and Service National Institute of Health

Etik

ada

Tujuan

Untuk mendapatkan data status frambusia secara serologi dan faktor risikonya

Abstraksi

"Penyakit frambusia masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Kota Jayapura sebab terdapat daerah kantong frambusia di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data status frambusia secara serologi dan faktor risikonya. Penelitian deskriptif yang dilakukan secara potong lintang. Pemeriksaan laboratorium standar yang digunakan berupa uji Treponema pallidum haemagglutination (TPHA) pada 322 kasus yang didiagnosis Yaws di Puskesmas Hamadi dari Januari – Oktober 2016. Hasil: Faktor risiko frambusia berupa riwayat pernah mengalami frambusia memiliki potensi dua kali lebih besar untuk mengalami frambusia kembali. Faktor risiko frambusia meningkat dua kali lebih besar pada kasus yang kurang berperilaku hidup bersih dan sehat yaitu: jarang mandi dan tanpa menggunakan sabun dan mempunyai kebiasaan jarang/tidak pakai sandal. Potensi risiko meningkat tiga kali pada kebiasaan pakai handuk bersama. Kesimpulan: Secara serologi dengan TPHA yang positif didapat pada 111 sampel dari kasus dan kontak. Periaku hidup yang kurang bersih dan sehat merupakan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian frambusia. Kata kunci: TPHA, frambusia, faktor risiko, perilaku hidup bersih dan sehat"

Selengkapnya dengan mengeklik unduh

Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.

Unduh
Bagikan Riset Ini