RISIKO LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH DANAU SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA, PROVINSI PAPUA
Atur Tampilan
Instansi
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cendrawasih Papua; Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang.
Etik
-
Tujuan
-
Abstraksi
Kejadian malaria di Indonesia merupakan persoalan kesehatan yang utama. Di Provinsi Papua, khususnya di wilayah Danau Sentani, prevalensi kejadian malaria masih menunjukkan angka yang tinggi. Kejadian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya adalah faktor lingkungan fisik. Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor risiko lingkungan fisik yang terdiri dari suhu, kelembaban, curah hujan, kondisi air, ketinggian, lahan, dan kondisi tempat tinggal dengan kejadian malaria di wilayah Danau Sentani. Observasi analitik yang dilaksanakan di empat kampung di wilayah Distrik Sentani Kabupaten Jayapura yaitu Kampung Yoboi/Kehiran, Kampung Hobong, Ifar Besar, dan Ifale. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk di Distrik Sentani. Sampel penelitian sebanyak 200 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random. Metode pengumpulan data dengan cara kuesioner, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Metode analisis menggunakan analisis bivariate, uji statistik Chi-Square, dan uji regresi logistik. Faktor lingkungan fisik memiliki hubungan yang bermakna dengan kajadian malaria, dengan nilai Chi-Square sebesar 7,531 (p = 0.006 <0,05), rasio regresi logistik dengan nilai OR sebesar 4,132 (p = 0,009 > 0,05). Lingkungan fisik yang terdiri dari suhu, kelembaban, curah hujan, kondisi air, ketinggian, lahan, dan kondisi tempat tinggal mempengaruhi kejadian malaria di wilayah Danau Sentani.
Kata kunci: curah hujan, kondisi air, kondisi tempat tinggal, malaria, suhu dan kelembaban.
Selengkapnya dengan mengeklik unduh
Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.