Profil Terapi Artemisinin Combination Therapy (ACT) pada Malaria Anak di RSUD. Scholoo Keyen, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Studi Retrospektif

8 years ago
•
17 Oct 2018
•
Atur Tampilan

Instansi

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/ RSUD Dr. Moewardi Surakarta; RSUD Scholoo Keyen - Kabupaten Sorong Selatan

Etik

-

Tujuan

Untuk melihat efektifitas terapi ACT dan profil malaria pada anak di kabupaten Sorong selatan

Abstraksi

Latar belakang. Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sporozoa genus plasmodium. Terapi yang sering digunakanadalah ACT (artemisinin combination therapy) yang berguna untuk membunuh semua stadium parasit yang ada di dalam tubuh,Tujuan. Penelitian untuk melihat efektifitas terapi ACT dan profil malaria pada anak di kabupaten Sorong selatan. Metode. Penelitian potong lintang selama 2 bulan (Januari sampai februari 2015) pada 89 anak. Diagnosis malaria ditegakkan melalui pemeriksaan sediaan darah tebal dan tipis untuk menemukan parasit dan spesies malaria. Dicatat terapi ACT, manifestasi klinis, dan penyakit penyerta. Hasil. Terdapat 41 anak mengikuti penelitian, didapatkan 25 (61%) anak perempuan dengan 21 (51,3%) didominasi kelompok usia lebih dari 5 tahun. Penyakit malaria tersiana didapatkan pada 23 (56,8%) anak. Terapi ACT, menghasilkan tidak adanya parasitemia dan suhu aksila <37,5 C sampai hari ke-4, menunjukkan efektifitas 95%. Kesimpulan. Terapi ACT masih efektif untuk mengobati malaria pada anak di Kabupaten Sorong Selatan. Sari Pediatri 2016;17(5):323-6. Kata Kunci: malaria, ACT, efektivitas

Selengkapnya dengan mengeklik unduh

Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.

Unduh
Bagikan Riset Ini