PROFIL PASIEN KO-INFEKSI TUBERCULOSE-HIV DI RSUD DOK II JAYAPURA Tuberculosis-HIV Co-infection Profile in DOK II Hospital Jayapura

8 years ago
•
17 Oct 2018
•
Atur Tampilan

Instansi

Fakultas Biologi - Universitas Cenderawasih Papua

Etik

-

Tujuan

Untuk mengetahui profil pasien koinfeksi TB-HIV yang mendapatkan pengobatan obat anti tuberculosis (OAT) di klinik VCT RSUD Dok II Jayapura selama periode Januari 2011 hingga September 2012

Abstraksi

Papua adalah daerah yang memiliki angka prevalensi HIV-AIDS tertinggi di Indonesia. Infeksi TB adalah infeksi oportunistik terbanyak yang menyerang pasien HIV-AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien koinfeksi TB-HIV yang mendapatkan pengobatan obat anti tuberculosis (OAT) di klinik VCT RSUD Dok II Jayapura selama periode Januari 2011 hingga September 2012. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif deskriptif. Data diambil dari rekam medik, kartu TB 01 dan hasil mikrobiologis pasien koinfeksi TB-HIV yang mengambil OAT di klinik VCT RSUD Dok II Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 dari 124 pasien adalah pasien default yang mengalami efek samping obat dan tidak memiliki Pengawas Minum Obat (PMO). Efek samping obat TB menjadi kendala selama pengobatan sehingga peranan PMO yang berasal dari keluarga inti mampu membantu pasien menyelesaikan pengobatan TB tersebut. Kata kunci: AIDS, pengawas minum obat (PMO), rifampisin, tuberculosis,

Selengkapnya dengan mengeklik unduh

Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.

Unduh
Bagikan Riset Ini