Hubungan Kepadatan dan Biting Behaviour Nyamuk Anopheles farauti Dengan Kasus Malaria di Ekosistem Pantai dan Rawa (Kabupaten Biak Numfor dan Asmat)
Atur Tampilan
Instansi
Balai Litbang Biomedis Papua; Fakultas Biologi UGM Yogyakarta; Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta
Etik
-
Tujuan
-
Abstraksi
Kepadatan populasi dan aktivitas menggigit serangga vektor merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah kasus malaria. Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan kepadatan populasi dan aktivitas menggigit Anopheles farauti yang merupakan vektor malaria di ekosistem pantai (Kabupaten Biak Numfor) dan ekosistem rawa (Kabupaten Asmat) dengan kasus malaria. Metode yang digunakan adalah human landing collection yang dilakukan pada pukul 18.0006.00 di dalam dan di luar rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat populasi An. farauti di ekosistem pantai relatif lebih rendah dibandingkan ekosistem rawa. Man bitting rate di ekosistem pantai adalah 4 dan 4,66 di ekosistem rawa 95,52 dan 42,38. An. farauti pada dua ekosistem penelitian bersifat eksofilik. Kepadatan populasi dan aktivitas mencari darah An. farauti di ekosistem pantai dan ekosistem rawa tidak berkorelasi positif dengan
jumlah kasus malaria.
Kata kunci: kepadatan populasi, aktivitas menggigit, An. farauti, Biak Numfor, Asmat
Selengkapnya dengan mengeklik unduh
Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.