Dampak Perpaduan Obat ARV pada Pasien HIV/AIDS ditinjau dari Kenaikan Jumlah Limfosit CD4 di RSUD Dok II Kota Jayapura
Atur Tampilan
Instansi
Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Papua
Etik
-
Tujuan
pemberian obat antiretroviral (ARV) adalah mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan HIV, memulihkan dan memelihara sistem kekebalan tubuh serta menekan replikasi virus secara maksimal
Abstraksi
Tujuan pemberian obat antiretroviral (ARV) adalah mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan HIV, memulihkan dan memelihara sistem kekebalan tubuh serta menekan replikasi virus secara maksimal. RSUD Dok II adalah salah satu rumah sakit yang memberikan perawatan dan pengobatan ARV bagi penderita HIV. Setiap tahunnya jumlah penderita bertambah,sehingga perlu dilakukan penilaian keberhasilan ARV secara teratur agar dicapai hasil pengobatan yang optimal. Salah satu cara pemantauan adalah dengan melihat dampak perpaduan ARV terhadap pernaikan tampilan kekebalan tubuh lewat kenaikan jumlah limfosit CD4+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perpaduan ARV berdasarkan kenaikan jumlah limfosit CD4+ pasien setelah pengobatan ARV 6-12 bulan di RSUD Dok II tahun 2011-2012. Penelitian bersifat kajian pengamatan, pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder berupa rekam medis pasien yang memenuhi prasyarat. Data dianalisis dengan uji ANOVA. Keenam paduan ARV memberikan dampak yang baik berdasarkan kenaikan jumlah limfosit CD4+ yang bermakna pada pasien HIV/AIDS antara yang mendapat obat ARV paduan II dan V (p value =0.002) dan paduan III dan V (p value =0.033) sedangkan untuk antar paduan lainnya tidak ada perbedaan yang bermakna. Keenam kombinasi ARV yang terbaik dampaknya ada 2 yaitu kombinasi II dan kombinasi V.
Kata Kunci : VCT RSUD Dok II, Dampak Paduan ARV, Limfosit CD4+
Selengkapnya dengan mengeklik unduh
Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.