Analisis Implementasi Program Penanggulangan Gizi Buruk Di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Sorong Provinsi Papua Barat Analysis on the Implementation of Malnutrition Alleviation Program at Primary Healthcare Centers in Sorong, Papua Barat

8 years ago
•
16 Oct 2018
•
Atur Tampilan

Instansi

Poltekkes Kemenkes Sorong Prodi D3 Kebidanan Sorong; Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang

Etik

-

Tujuan

Untuk mengetahui implementasi program penanggulangan gizi buruk di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan kota Sorong Papua Barat Tahun 2011

Abstraksi

Abstrak Prevalensi balita gizi buruk di kota Sorong pada tahun 2008, 2009 dan 2010 berturut-turut adalah 3,59%;1.1%;1,9%. Implementasi suatu program dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program penanggulangan gizi buruk di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan kota Sorong Papua Barat Tahun 2011. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, menggunakan pedoman wawancara. Ada 5 puskesmas yang diteliti, informan utama adalah pelaksana program gizi di Puskesmas. Informan triangulasinya adalah keluarga/orang tua balita gizi buruk, Kepala puskesmas dan Kepala.seksi.Gizi Dinas Kesehatan Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Hasil Penelitian menunjukkan implementasi program belum berjalan sesuai standar pelaksanaan dari Depkes, dikarenakan komunikasi yang dilakukan Dinas Kesehatan kota Sorong melalui sosialisasi program belum optimal. Ketersediaan sumber daya yang meliputi sumber daya tenaga pelaksana belum memadai karena hanya petugas dengan latar belakang pendidikan gizi yang menjalankan program sedangkan tenaga lain tidak terlibat. Belum ada tim asuhan gizi di semua puskesmas, selain itu sebagian besar tenaga belum mendapatkan pelatihan. Pengelolaan dana program tidak sesuai dengan unit cost. Sarana dan prasarana tidak memadai dan masih ada puskesmas yang tidak layak. Petugas pelaksana sangat mendukung program namun kurangnya transparansi dan sosialisasi mengakibatkan kurangnya komitmen. Tidak ada kewenangan maupun SOP yang diberikan dari Dinas Kesehatan Kota Sorong kepada Puskesmas. Selain itu tidak ada supervisi terhadap pelaksana program gizi. Disimpulkan bahwa implementasi program penanggulangan gizi buruk di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Sorong tahun 2011 belum optimal. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk meningkatkan sosialis

Selengkapnya dengan mengeklik unduh

Dapatkan dokumen lengkap untuk riset ini.

Unduh
Bagikan Riset Ini